Thursday, 3 December 2015

Sedih dan Senang



Innalillahi wainna ilaihi roji’un..
Telah berpulang ke pangkuan Allah SWT ibunda dari bpk. Yoen Krisna a.k.a P.Buyung.
Ikut berbela sungkawa, sedih juga mendengar berita yang kurang baik dari P.Buyung, mengingat kami sudah menganggap beliau seperti keluarga sendiri. Iya, kami kenal cukup lama dengan P.buyung, semenjak awal-awal saya pacaran dengan laki-laki yang sekarang jadi suami saya. Jadi siapa beliau? Beliau adalah atasan dari suamiku. Maka dengan penuh rasa hormat saya pun juga kenal beliau. Tak jarang kita sering ketemu, andai kata saya main ke kantor ataupun ke mess (dulu).

Singkat cerita, suami berinisiatif untuk lelayu ke tempat ibunda dari P.buyung. suami ijin kepadaku, lalu akupun menanyakan beliau akan lelayu sama siapa kesana dan naik apa, mengingat tempatnya yang jauh yaitu di Subang – Jawa barat. Suami bilang bahwa dia akan kesana sendiri naik motor, lalu akupun mengajukan diri untuk turut serta menemani beliau lelayu ke Subang.

Beliau bertanya, “apa kamu gak capek?”
“nggak, kan sama kamu”, jawabku.
“yaudah ayo, siapin baju satu ya buat ganti nanti kalo dah mau sampai sana”

Aku memulai mengambil tas dan menyiapkan baju 1 untuknya, 1 untukku serta jilbab. Tak lupa ku bawa 2 jas hujan baru merk penguin berwarna biru dan coklat. Kemudian perjalananpun dimulai. Pukul 11.00 kita berangkat dari Salatiga menuju Subang dengan perut yang kosong belum ada secuilpun makanan masuk ke perut kita sedari pagi. Cuaca sangat panas sekali, Mas Frency melajukan NS nya dengan tenang, kadang aku cubit pinggangnya kalau aku merasa dia berkendara terlalu kencang. Pukul 13.00 kita sampai Gringsing, Batang. Mas Frency memberi tanda untuk berbelok kanan di rumah makan Ayam Goreng Nyoto Roso, ternyata Mas sudah lapar. Kita makan siang dan istirahat satu jam disana.

Kemudian kita melanjutkan perjalanan kembali, panasnya siang itu sangat menyengat tubuh, hingga rasa lelahpun kembali muncul. Sekitar pukul 15.00 kita berbelok ke Indomart didaerah Tegal. Beli minuman, snack kecil, setelah 30 menit dirasa cukup melegakan pinggang kami melanjutkan perjalanan kembali. Cuaca mendung namun gerah, sampai akhirnya hujan pun turun didaerah perbatasan Brebes - Cirebon. Kita turun dari motor sebentar untuk memakai jas hujan yang sudah kita bawa tadi.

Hujan adalah sesuatu yang paling saya suka, dan hujan-hujanan adalah hal yang paling saya rindukan. Betapa senangnya waktu kecil dulu main air hujan didepan rumah. Dan ketika dewasa rasanya ingin main air hujan lagi namun malu, dan hujan kali ini bisa jadi alasan buat mengenang masa kecil dulu. Hujan sangat deras tidak menyurutkan perjalanan kami, biarpun deras Mas frency malah dengan sengaja nambah kecepatan NS nya. Sesekali beradu dengan truk, mobil dari arah yang berlawanan sehingga menimbulkan siratan air yang tinggi sampai muka. Ya Tuhan, ini sangat mengasyikkan sekali.

Mas Frency menggodaku dengan mengacungkan jari jempolnya ke aku menandakan bahwa dia menikmati hujan itu, kemudian aku membalasnya dengan pelukan erat yang berarti aku lebih menikmatinya. Hujan itu memang turun sangat deras sekali. Dia mungkin lupa bahwa motor NSnya tidak dipasang selebor belakang, yang memungkinkan air dari ban muncrat ke atas mengenai bagian belakang tubuhku. Mungkin dia taunya aku memakai jas hujan yang menurutnya bisa melindungiku dari air hujan, namun tidak dengan tasku, Mas. Tas ku bagian belakang memang masuk kedalam jas hujan yang sedang kupakai, namun tidak dengan bagian bawah tasnya dan menyebabkan baju ganti yang kubawa tadi basah kuyup.

Hujan mulai mereda, Mas Frency menawarkan untuk berhenti melepas jas hujannya, namun aku tidak mau dengan dalih nanti kalau hujan lagi, gimana? Hanya alasanku saja berharap hujan kembali turun. Memang masih mendung namun ku kira hujan tidak akan sampai ke Cirebon, karena ku melihat jalan aspal yang kering.

Sesampainya di Indomaret depan terminal Cirebon sekitar pukul 17.30 kami istirahat lagi, untuk sekedar minum, ngemil, menghilangkan sedikit rasa lelah, dan tentunya untuk melepas jas hujan yang sedari perbatasan Brebes hingga Cirebon kita pakai walau hujan sudah tidak turun.

Baru belok ke Indomaret ada ibu-ibu yang bertanya, “Lho, ada hujan dimana, Mas?” Sambil lihatin motor NS lah pasti, ini selalu jadi perhatian ketika motor NS di parkir ataupun di saat berhenti dilampu merah. “tadi di perbatasan Brebes, Bu” , kemudian dilanjutkan pembicaraan yang umum seperti dari mana dan mau kemana. Saya sih dari turun motor langsung nyari tempat duduk. Hahahaacapekhahaha.

Ada Mas-mas tanya ke Mas Frency, ketika kita lagi lepasin jas hujan, “hujan dimana, Mas?”
“tadi mau masuk Cirebon”
“oh,, sini ga pernah hujan soalnya, mendung doang trus hujannya tau tuh lari kemana”
(ih masnya curhat :D ,, mungkin lari ke hatimu Mas)

Setelah sudah agak enakan badannya kamipun melanjutkan perjalanan, hari sudah petang, ngantukpun datang, pasti Mas Frency ini lebih lelah dari aku, kemudian kita istirahat untuk makan malam di Pamanukan sekitar pukul 20.00, kita makan dipinggir jalan, disini sudah mendengar orang bicara menggunakan bahasa sunda hehehe.. setelah selesai makan lanjutin jalan lagi.

Aku menanyakan apa ini sudah hampir sampai,lalu dijawab dengan kalimat, satu jam lagi. Eh ternyata benar, kita tiba dirumah Alm. Ibunya P.buyung pukul 22.00, terlihat sekali dari wajah beliau yang masih sangat sedih dan terpukul, suasana sedih juga terasa dirumah itu. Segelas kopi dihidangkan dan kamipun berbincang cukup lama, beliau bercerita tentang kenangan bersama alm ibundanya, kemudian memberi nasehat, “Novi masih punya bapak ibu lengkap kan? Dijaga baik-baik, nanti kerasa kalau kehilangan kaya saya gini, rasanya saya masih kurang ngebahagiain ibu”, sedih sekali rasanya mendengar itu, kemudian berkali - kali beliau menawarkan untuk kita bisa menginap ditempatnya, beliau merasa kasihan karena rumah kami jauh, kami sangat berterimakasih, namun sebaiknya kita pulang saja, mereka sedang berkabung, jadi janganlah kita merepotkan beliau dan keluarga. Kita menolak dengan halus dengan alasan nanti nginap ditempat temen di Cirebon, yah padahal punya temen disana aja nggak.

Pukul 23.30 kita pamit untuk pulang, sangat larut, badan juga sudah lelah, rasa ngantukpun datang, ku pikir juga Mas Frency merasakan. Bismillah kuat pulang..

Pukul 02.00 kita sampai Cirebon, belok ke Alfamart, beli minum dan Pop Mie, nggak, kita nggak ngerasa kelaperan, hanya agar menghilangkan sedikit rasa ngantuk. Naik motor lagi lah kita, dalam perjalanan ada obrolan berikut:

A : kita jalan pulang kuat ga nih?
F : nyari hotel aja yuk
A : dimana? Emang tau jalan sini?
F : Download Hotel Quickly dulu
A : Oke, kiri dulu dong Bang, kan ga boleh naik motor mainan hape..
(Hahaha lu kan  bonceng nyettt…wkwkwkwk)

Buka Hotel Quickly, bukan mau pesen lewat itu, Cuma biar tau alamatnya dimana gitu. Ada banyak hotel di pilihan, ada Metland Hotel By Horison, ada Citra Dream Hotel, ada Amaris. Aku tertarik dengan Metland Hotel, tepatnya di Jl. Siliwangi, yaudah kita Google Maps alamat tersebut, weeladalah,, ternyata banyak banget hotel di Jl. Siliwangi.
Setelah nemu Metland Hotel, dia bergumam:

F : besar banget ya,, malu nggak naik motor ksana?
A : nggak lah ngapain malu wong punya duit bisa bayar, kecuali kita kesana minta gratisan, itu baru malu.
F : Parkir motor dimana tuh ga ada kan.
A : Di bawah tanah kali, tanahnya lubangin sendiri.. (nada kesel)
F : Ah ngga lah..coba searching yang lain..

(sambil jalan)

Tuh ada Amaris kayak yang di Semarang, tapi dia nggak mau lagi dengan alasan naik motor. Yaudah Citra Dream aja ya? Ga mau lagi. Terus aku nyeletuk, yaudah bobo di SPBU aja. Sebel ga sih?

Habis lewatin Citra Dream Hotel dia lihat petunjuk jalan dengan tulisan dan lampu kerlap-kerlip “Lotus Hotel 200 Meter” dengan arah ke kanan masuk gang,

F : coba lihat itu dulu ya..
A : YHA!
(udah sampai)
F : Eh, ada parkiran motornya… sini aja ya..
A : YHA! (ngantuk banget)

Yaudah kita check in, akhirnya setelah urus administrasi, ketemu kasur, Yeah FINALLY.. Thanks God..
Gausah di ceritain ya di kamar ngapain aja..
Pagi sarapan, yhaa, mau tidur jam berapapun tetap bangun pagi, itu aku.
Suami ku bangunin jam 11 untuk mandi dan siap-siap.

Jam 13.00 check out,
F : kemana dulu ga nih..?
A : ya, terserah.. aku ga tau daerah sini..
F : coba Google Maps Keraton Cirebon
A : Oke…

Kita jalan ga sampai 10 menit sampai di Keraton tersebut, ya seperti ditempat wisata lain, disana ditarik tiket Rp. 10.000/orang, kemudian untuk Touris Guide ku kasih Rp. 50.000, ini optional, mau kasih berapapun ga nyebutin nominal, seikhlasnya aja, tapi ya jangan sampai ga ngasih, kasihan dah jelasin panjang x lebar..

Cuma sebentar disana, jam 14.00 kita keluar, dan kita memutuskan untuk langsung pulang aja ke Salatiga supaya hemat energi, perjalanan masih panjang kata Mas Frency. Cuaca cerah, panas, menemani perjalanan kita, hinga pukul 17.00 kita sampai di Pekalongan, kita beristirahat untuk makan di Alun-alun Pekalongan. Habis makan kita jalan lagi. Melewati Batang – Kendal kami memilih untuk potong jalur lewat ke Boja, jadi kita tidak lewat Semarang Kota.

Pukul 20.00 sampai di Gunung Pati, Mas Frency terpikat dengan Bakso balungan, akhirnya kita berhenti untuk makan Bakso Balungan, perasaan barusan makan dan belum lapar kok sudah diajak makan lagi. Sesudah selesai makan kita pulang, sangat senang sekali membayangkan tinggal satu jam perjalanan sampai ke Salatiga.

Perjalanan yang sangat memberikan kesan. Sering kali dijalan ku ucapkan kepada suamiku kalau aku sangat senang bisa pergi berdua dengan dia. Walaupun pegal, capek tapi aku bahagia. :D

Mengalah..



Mengalah bukan berarti salah.

Entah kenapa kata-kata itu sengaja diucapkan orang-orang untuk menenangkan seseorang. Menurutku mengalah ya berarti ikhlas untuk tidak mendebatkan sesuatu yang mungkin tidak akan selesai apabila tidak ada salah satu pihak yang sekedar ikut, atau meng-iya-kan suatu pendapat.
Aku tipe orang yang bisa dikatakan keras dalam hal musyawarah, terkadang apabila ide atau pendapatku tidak diterima aku harus tahu alasannya. Ya.. itu sifat jelek saya.

Dalam hal perasaan aku mempunyai aturan, apa yang saya cintai harus juga mencintaiku, apa yang kuperhatikan harus juga memperhatikanku, ketika aku jujur pun ku berharap oranglain jujur padaku, ketika aku setia dengan pasanganku, aku berharap dia juga setia padaku. Aku tidak suka kebohongan, lebih baik jujur walaupun akhirnya juga bertengkar daripada bohong tapi akhirnya juga ketahuan. Entah kenapa aku selalu tahu apabila oranglain tak jujur padaku, akupun tahu apabila pasangan sedang mnyembunyikan sesuatu dariku, apalagi soal kesetiaan, aku sangat sensitive sekali. Dari mana saya tahu? Menggunakan perasaan? Sepertinya iya. Aku mampu menebak seseorang dari gaya bahasa tubuhnya apabila seseorang tersebut sedang berbohong. Aku mampu menerka apabila pasangan mempunyai “teman” baru. Lho kok melebar ceritanya, mari kita kembali ke topik awal.

Saya tak memungkiri, saya juga pernah bertengkar dengan pasangan saya, namun tak sering. Sekali lagi, saya sangat tidak suka dibohongi. APAPUN ALASANNYA! Hmm, kenapa untuk jujur saja susah? KENAPA? Aku hanya butuh penjelasan, bukan alasan. Muak bukan, ketika kamu bicara dia tidak mendengarkan? Dimintai penjelasan malah ngasih alasan sampai kemana-mana. Saya menikah dengan pasangan yang mempunyai karakter persis sama saya, keras. Bagaimana jika dua orang yang mempunyai sifat keras saling bertengkar?  Apa yang akan terjadi? Ya, perang dunia ke 98479. Siapa yang mau mengalah? Tak ADA. Semua merasa dirinya benar dan itu tak akan pernah kelar apabila salah satunya tak ada yang mengalah. Siapa yang HARUS mengalah? Laki-laki. Ya, harusnya begitu. Kenapa? Perempuan itu sensitive, sekeras-kerasnya sifat perempuan, mereka ingin sekali didengar bicaranya, disentuh hatinya, dipandang matanya. TAPI dalam hubunganku, biasanya aku sih yang ngalah.. ya gimana lagi..ya udah lah..ya gpp lah.. panjang banget mau curhat aja.. thankyou.. hehe


Sekian,
Saya, perempuan dengan segala kekerasan sifat, namun memiliki kelemahan hati dan perasaan.

Wednesday, 25 November 2015

Alasan Klasik

Cinta itu dua orang, kalau lebih dari itu berarti bukan cinta
Cinta itu mau mengerti, kalau tidak mengerti berarti bukan cinta
Cinta itu adanya perhatian, kalau tidak perhatian berarti bukan cinta
Cinta itu indah, kalau tidak indah berarti bukan cinta
Cinta itu saling sayang, kalau tidak sayang berarti tidak cinta
Cinta itu tentang saling menghargai, kalau tidak menghargai berarti tidak cinta,
Cinta itu……
Well, banyak definisi tentang cinta, menurutku cinta itu ketika dua orang saling sayang, percaya, nyaman, menghargai, dan saling mengerti satu sama lain. Menghargai satu sama lain sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan, menghargai dalam hal kepercayaan, kesetiaan, dan kejujuran. Ketika kamu sudah tidak bisa menghargai hubungan tersebut, kamu akan mencari cara untuk pergi atau mengkhianati hubungan kamu.
Bro & Sis, jika kamu sudah tidak nyaman dengan hubunganmu, lebih baik kamu cari tau apa dan kenapa perasaan tidak nyaman tersebut bisa muncul. Apa karena kamu memang benar - benar sudah tidak mendapatkan rasa cocok pada pasanganmu itu sendiri, atau malah karena kamu menemukan kenyamanan (semu) pada orang lain. Kenyamanan (semu) yang mungkin datang ketika kamu sedang merasa bosan atau jenuh dalam hubungan yang cukup lama. Coba pikir dulu sebelum kamu memutuskan hubunganmu dengan pasangan, atau malah yang lebih buruk kamu ingin menjalani hubungan dua hati.
Jika kamu memang sudah tidak bisa mempertahankan hubunganmu dengan pasangan, lebih baik dan lebih punya harga diri ketika kamu sama-sama mengakhiri hubungan kalian secara hormat, daripada kamu harus selingkuh dibelakang pasanganmu, itu sakit.
Selingkuh?
Tak ada kata yang lebih menakutkan daripada itu kah?
Selingkuh itu perbuatan yang tidak manusiawi, apa ya ? ada kata yang lebih jelekkah?
Terdengar mengerikan sekali  bukan? kebanyakan pelakunya (9-10) adalah laki-laki, dan korbannya (8-10) adalah perempuan. Kenapa sih harus selingkuh? Ga bisa diakhiri dulu kah hubungan yang pertama? Bagaimana rasanya jadi pelaku? Gimana rasanya jadi selingkuhan? Gimana rasanya jadi korban?
Aku juga pernah dulu,, dulu banget sih.. ga ada enaknya, ketika aku jadi pelaku, bahkan aku harus kehilangan dua-duanya. Tak semenarik itu, dan akhirnya aku dapat balasan, ketika aku jadi korban, rasanya? Sakit..
Banyak pelaku, korban, disekitar saya, yang sebenarnya bukan urusan saya juga, saya hanya cukup tahu dan mendengar, tanpa perlu berkomentar, saya hanya berusaha menjadi pendengar yang baik.
Kebanyakan alasan klasik mereka berselingkuh adalah:
1.      Komunikasi
Komunikasi yang kurang, tak bisa disalahkan bahwa ketika kita sudah lelah bekerja seharian kita hanya perlu untuk tidur dan istirahat. Tanpa harus disibukkan dengan pegang handphone.
Namun untuk laki-laki/perempuan baik, mereka akan meluangkan waktu disela-sela kesibukannya untuk berkomunikasi dengan pasangannya. Sekedar pesan “Hai lagi apa?” “Hari ini ngapain aja?” “Sudah makan belum?"
Apa susahnya sih?
2.      Bosan
Bosan / jenuh biasanya terjadi pada hubungan yang sudah diatas 3tahun lebih. Sesungguhnya ini juga alasan klasik, yang terjadi ketika kamu sudah ga mampu lagi menciptakan hal-hal baru, atau bisa dikatakan kamu kurang kreatif.
Coba satu ketika kamu rencanain liburan berdua, ketempat awal kalian jadian, atau berikan kejutan-kejutan kecil, berikan bouquet bunga yang bisa kamu kirimkan tanpa kamu datang, lihat foto-foto kalian berdua, niscaya bisa bikin kamu senyum-senyum sendiri deh.. hehe
3.      LDR
Lu Doang Relationship? Hahaha NO ya.. LDR disini artinya Long Distance Relationship atau hubungan jarak jauh.
Halo pejuang LDR? Masih kuat? Kalo ga kuat lambaikan tangan ke kamera…
Oke, jarak ini yang bisa banget menjadi peluang untuk selingkuh. Udah ketemunya jarang, mau bohong pun ga ketahuan kan?
Bilang lagi pergi sama Mama ke Pasar, taunya lagi di Mall sama laki-laki lain.
Bilang lagi belajar kelompok, taunya lagi belajar bikin adek-adekan.
Bilang mau main futsal, taunya main futsal dikamar.
Dasar!!! Ihh kok aku gemes sih…hahaha
Soalnya pernah sih lagi LDR, terus ternyata dia punya cewe lain gitu,, kan KAMPRET!!
Udah jelaslah kalo LDR cuma buat pasangan baik-baik aja, baik akhlak, baik hati, baik jaga nafsu.
4.      Gaya hidup
Ini lagi trend lho nyelingkuhin pacar, selingkuh ah…
Ini lagi trend poligami, ikut-ikutan poligami..
Besok trend ngawinin kambing, lu juga mau ikut-ikutan nyet??
Paling gak mau dikatain culun, paling gak mau dibilang ketinggalan jaman, ada temen selingkuh terus ikut-ikutan, ada temen jadi simpenan, terus ikut-ikutan. Besok temennya macarin nenek-nenek juga ikutan ga?
Mungkin banyak lagi alasan mengapa mereka selingkuh dan mau jadi selingkuhan. Dan semoga buat kalian yang lagi menjalani hubungan percintaan, akan semakin lebih indah lagi ceritanya, jangan berakhir, karena banyak yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita nanti.
Buat yang sedang mendalami ilmu hitam perselingkuhan, segera sadarlah…

Saturday, 21 November 2015

Jangan Gitu Lagi ya

Berapa sering pasanganmu mengucapkan kata sayang, cinta, & kangen (lewat chat) dalam sehari? Seminggu? Hehe...

Banyak perbedaan yang terjadi ketika dua manusia sudah saling memiliki yang halal dengan ketika mereka yang masih pacaran.
Dulu tiap hari pasti bilang sayang, cinta, kangen. Sampai mual, ya ga adek-adek? Haha
*Maap ya aku dah khatam jadi alay..*

Sekarang jarang banget deh di chat gitu, karena sekarang kan ngucapinnya langsung sambil dipeluk, hehe.. *jangan iri ya?* Eh tapi bener ungkapan sayang tak cuma dengan kata-kata, namun lebih ke ciuman, pelukan, kenyamanan, keamanan, perlindungan.

"Sayang aku kangen" yang dulu bikin bibir tersenyum, dan hati deg-degan sekarang lebih enak lagi kalo dengar kalimat "sayang, bentar lagi aku pulang" *deg-degan dandan cantik* *💏* *terus keramas* hahahaha

Time flies so fast..
Tak terasa sudah 6 bulan kita bersama. Banyak sekali hal-hal yang kita lewati. Suka Duka, tapi Alhamdulillah banyakan sukanya 😝..

Flashback ah..
Waktu masih kuliah di Semarang, kamu bisa tuh dateng tiap weekend ke kos kalo kangen.
Semua berubah ketika aku udah lulus dan harus pulang kampung. Sulit ketemu ya? Sekalinya ketemu pagi dateng sore pulang. Hehehe 😍
 Dan itupun ga selalu tiap minggu. Kadang sebulan sekali.. Dua bulan sekali.. Tau diri lah yaa masak mau dateng tiap hari, apa ga takut sama bapakku yang super duper galak? Hahaha

Kalau inget, lucu...
Kalau kangen banget suka ketemuan diluar. Alesan atuh mau pergi kerumah temen, i'm sorry dad 😂✌..tapi ibu tetap tau aku mau pergi kemana sama Mas. Dan malah ngajarin "ga usah bilang bapak" , thanks Mom..
Sekarang mah mau jungkir balik, juga bapak gatau. Tapi tenang aja ya, anak gadismu yang dulu masih sama tak berubah, masih manja, masih bahagia kok pak, bahkan lebih bahagia karena bapak ngerestuin dia jadi temen hidupku. Karena dia yang ada saat susah senangku sekarang, bukan orang lain.

Dan aku ga bisa bayangin ya orang-orang yang menikah karena dijodohin atau karena "hal" lain.
Sungguh, hidup dengan orang yg kita cinta itu lebih bahagia.. Berlipat-lipat rasanya.

Hmm.. Udah 6 bulan ya?
Pertanyaan apa dong yang sering banget kita denger?
Iyaaaaa betuuuuul!!!

"Udah isi belum?"
"Kapan nih nyusul?"
"Di tunda ya?"

Pertanyaan tersebut justru bukan dari keluarga kami. Kebanyakan orang luar, yang bahkan ga kenal-kenal amat.
Keluarga santai, bahkan aku yg selalu curhat ke ibu, ibu mertua. Tiap bulan rajin bbm ibu kalo lagi dapet bulanan, *bukan gaji lho ya*, dan bulan ini ibu malah bbm duluan..
ibu  tanya : suami ada perubahan protes ga? alhamdulillah ngga bu,,

Orang lain mah cukup doain yang terbaik aja..
Dan stop atuh tanya gitu, nyesek banget...
Siapa sih yang gak pengen hamil? Punya anak? Jadi orangtua?
Banyakan mereka kan ga tau usaha apa yang sedang kami lakuin. Dipikir dulu yaa,, bikin sedih apa ga ya kalo kamu tanya gitu. Bersyukur kalian diberi cepet. Mungkin kami belum seberuntung kalian. Kalian juga gatau gimana sedihnya tiap kedatangan tamu bulanan. Tuh kan nulis gini aja aku sedih.. Huhuhu.

Udah ah bahas sedihnya..
Ambil hikmahnya, belum diberi tandanya kan disuruh seneng-seneng dulu. Kan jadi bisa ikut touring terus. Yeeeay! 💞🎉🎉

Bulan depan ada touring lagi, tapi ikut ga yah?
Hahahahaha...

Oh ya.. Selamat Enam Bulan!
I love u, My Frency 😘


Not Allowed to copy paste without permission, thx